Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Ahmad Pranggono's site

Blog EntryOct 27, '10 4:21 AM
for everyone
Atasi banjir dengan Jengkol..:0

Hari ini aku dihadiahi setoples semur jengkol oleh muridku yang manis. Ya, setoples besar berisi penuh oleh semur jengkol. Dan yang lebih membuatku sumringah adalah karena dia ngasih secara cuma-cuma. 'Ini untuk mister aja,' katanya polos. Cihuy, yang kayak gini gua doyan..
Karena aku senang juga makan jengkol, ya udah, langsung aja kubilang thank you. Habisnya, rekan-rekanku pada nggak mau ngambil. Alasannya sih takut kebauan. Maklumlah, ini masih hari rabu, kalau makan jengkol di hari kerja dan menyisakan bau di mulut. Wow, apa kata dunia.
Mendengar kata jengkol, orang akan langsung teringat dengan wanginya yang khas. Dengan wangi itulah jengkol dikenal. Sama seperti duren yang memiliki aroma yang khas, dan dikenal dengan rasanya yang manis dan enak, jengkol pun demikian. Jengkol memiliki aroma yang khas yang tiada bandingnya. Apa ada buah yang baunya mirip jengkol?
Meskipun banyak orang yang memusuhi jengkol, buah ini dikonsumsi 100 ton per hari di wilayah Jawa Barat loh. Hmm, sebuah angka yang fantastis bukan?
Ada lagi yang lebih seru nih, menurut ahli gizi, protein jengkol lebih banyak dibanding dengan protein tempe yang sudah terkenal itu. Perbandingan protein jengkol: tempe =  23,3 g : 18,3 g per 100 g bahan. So, bagi yang vegetarian silahkan beralih ke sumber protein yang lebih banyak! he..he..
Selain itu jengkol pun mengandung karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Amat lengkap bukan ?
Tapi kalau anda memiliki daya tahan tubuh rendah, anda harus berhati-hati, sebab jengkol mengandung asam jengkolat (jencolid acid). Kalau terkena asam ini maka anda bakal jengkoleun (Sunda). Apalagi kalau pH darahnya rendah, bisa warning 1 tuh. Kalau pH normal sih, don't worry bro! Aman..!
Nah, ada manfaat lain nih, kalau yang ini manfaatnya cocok untuk daerah yang sering terserang banjir semacam ibukota tercinta. Menurut Dr. Ir.Supriyanto, Dir.Hutan Pendidikan Gn. Walat- IPB, 'Pohon Jengkol diperkirakan dapat menyerap air lebih banyak dibanding tumbuhan lain. Dengan kata lain dengan ditanaminya pohon Jengkol di lereng-lereng gunung dan bukit disekitar sumber mata air di Bogor maka kemungkinan besar terjadinya banjir akan sangat kecil.” Hmm, gimana kalau di Jakarta ditanam jengkol? Di trotoar misalnya, seperti apa ya jadinya. Kalau di kebon kosong kayak samping rumahku sih fine-fine aja kali ya?
Nah kawan, walaupun dicerca karena baunya, jengkol memberi manfaat buat kita.
Kalau masalah bau sih, gampang. Ada beberapa cara untuk menetralisir bau mulut akibat makan jengkol, yaitu dengan kopi, mentimun dan beras mentah. Kopi bisa diseduh seperti biasa minum kopi, mentimun bisa langsung di makan. Nah, kalau beras mentah sih di kunyah-kunyah sampai halus lalu ditelan. Gampang kan? Ada lagi katanya dengan mengkonsumsi vitamin B kompleks, untuk yang terakhir ini, aku juga belum nyoba sih. Tapi gak ada salahnya kalau dicoba..
Jadi, jangan takut makan jengkol ya, dan tentunya terima kasih untuk muridku yang telah memberiku jengkol yang lezat........ hmm yummy....
 

Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.